Harga Diri Tetap Utuh



            Sobat, yang namanya hidup itu berputar seperti roda. Kadang kita di atas, kadang juga berada di bawah. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha maksimal, hasil akhirnya Tuhan-lah yang berhak menentukan apakah kita berada di atas, atau di bawah pada bagian roda tersebut. Jika disuruh memilih, pasti sebagian besar akan memilih di bagian atas roda kehidupan daripada bagian  bawahnya. Ini wajar, karena yang namanya manusia itu sifatnya memang ingin yang enak-enak doang. Sehingga tak mengherankan, saat seseorang berada di bagian atas, senangnya luar biasa. Giliran pas di bawah, mengeluhnya tak kalah hebat dengan suara gemuruh hujan. he he
            Yang perlu diingat, dimanapun posisi kita entah itu di atas ataupun di bawah pada roda kehidupan, hal ini tidak akan berpengaruh pada harga diri kita. Sebab, yang namanya harga diri dimanapun tempatnya nilainya tetap sama. Nggak akan berubah selama kita masih memiliki kemampuan, keyakinan dan semangat kerja keras.
            Seperti kisah pengusaha muda satu ini, sebut saja namanya Rehan, seorang karyawan perusahaan ternama di Jakarta. Di usianya yang masih 25 tahun ia dikenal sebagai bisnisman hebat dan ulet.
Setiap hari ia berangkat kerja lebih pagi daripada  temannya dan pulang lebih malam dibandingkan karyawan yang lain. Ia mengabaikan kegiatan berlibur bersama temannya pada weekend, dan memilih untuk lembur pada hari libur tersebut.
            Pemuda tersebut terus bekerja keras sambil mengatakan pada teman-temannya bahwa ia ingin menjadi milyarder muda. Memang benar, dua tahun setelah ia bekerja di perusahaan tersebut Rehan menjadi jutawan muda dan terkenal diantara teman-temannya. Meskipun begitu, ia tetaplah rendah hati dan menghormati rekan sejawatnya. Tak mengherankan pengusaha muda ini menjadi idola teman-temannya. Setiap kali ditanya rahasia kesuksesannya, ia menjawab kerja keraslah kuncinya.
            Di tengah perjalanan karirnya, Rehan mengalami kecelakaan pesawat ketika menuju Bangkok untuk tujuan bisnis. Luka pada tubuhnya membuat ia harus beristirahat di rumah sakit dalam keadaan koma. Semua pekerjaan yang semula ia kerjakan terpaksa dilimpahkan pada orang lain. Tiga bulan kemudian pengusaha muda ini kembali membuka mata dan sembuh dari koma. Namun ia harus menghadapi dunia dengan sisi berbeda dari sebelumnya. Kecelakaan maut telah mematahkan dua tulang rusuknya sehingga ia tidak bisa bergerak cepat seperti sebelumnya. Teman-teman yang dulu mengidolakannya kini  menjadi prihatin pada kondisi Rehan yang malang. Berita bahwa mata kirinya menjadi buta, membuat ia  harus rela kehilangan pekerjaan. Sebab salah satu syarat menjadi karyawan perusahaan tersebut adalah tidak boleh cacat secara fisik.
            Hal ini membuat Rehan menjadi minder karena telah jatuh dari dunia karir. Ia merasa harga dirinya telah hancur dan tidak bisa bangkit lagi. Waaaah. . terpuruk benar nasib pengusaha muda ini. Gara-gara insiden yang tidak diinginkan itu ia harus mundur dari karir. Padahal, harga diri Rehan sebenarnya nggak hancur kok. Cuma turun beberapa derajat aja. Sebab, yang namanya harga diri itu tetap utuh walaupun pemiliknya sudah jatuh. Harga diri itu akan kembali naik kalau pemiliknya mau berusaha mengembalikannya.
            Ibaratnya, kamu adalah kepingan emas berharga yang dimiliki oleh seseorang. Saking berharganya, kamu disimpan dalam sebuah kantung yang terbuat dari sutra. Namun, karena kelalaian dari pemilikmu, kamu terjatuh ke lantai dan diinjak banyak orang yang tidak mengetahui bahwa ada emas dalam kantung tersebut. Apakah harga dirimu telah hancur? Tentu tidak. Saat orang lain menemukan dan mengeluarkanmu dari kantong tersebut, kamu tetaplah kepingan emas. Walaupun bungkus emas tersebut telah lusuh, keadaan itu tidak berpengaruh pada emas yang ada didalamnya, sebab yang namanya emas tidak akan berubah enjadi perunggu, emas tetaplah menjadi emas dan memiliki nilai jual tinggi. Jadi, harga dirimu tidak tergantung pada keadaan luarmu, tapi tergantung pada kemampuan dalam dirimu sendiri..
            Nah, kalau diantara sobat ada yang merasa harga diri telah hilang karena kegagalan pada masa lalu. Ingatlah selalu bahwa kemampuan sobat tetap ada. Kalian belum hancur selama terus berusaha menaikkan harga diri itu. Ingat pula bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. So, apa kalian mau menyerah gitu aja??

Komentar