Fashionist



Apa kabar sobat-sobatku yang baik?
Semoga baik-baik aja ya.

Pada episode kali ini, tema yang kita bahas adalah seputar penampilan atau fashionis. Bagi kebanyakan wanita, penampilan adalah hal yang selalu mendapat perhatian nomor satu, terutama apabila ia hendak bepergian. Tentunya hal ini sedikit berbeda dengan pria yang kadang tidak peduli dengan penampilannya. Meskipun ada juga diantara mereka yang terkadang ingin terlihat perfect sehingga berusaha agar penampilannya menarik. Waah... ternyata pria bisa fashionis seperti wanita juga ya. Jadi, jangan heran ya kalau bertemu pria yang rempong dengan gaya bajunya dan bau parfumnya.
            Alasannya, adanya penampilan yang baik atau buruk akan mengundang kritik dan
penilaian dari orang lain. Jika kritik yang diberikan berupa kritik negatif, tentu  hal ini bisa membuat kita merasa down. Begitu pula sebaliknya. Itulah sebabnya kita berusaha berpenampilan menarik agar mendapat respon positif dan bisa meningkatkan rasa percaya diri.
            Nah, sebenarnya menjaga penampilan itu penting nggak sih? Apa selama ini kita menjaga penampilan hanya untuk tampil PD di depan umum? Jawabannya, “berdasarkan hasil penelitian psikolog di Surabaya, penampilan membawa pengaruh 60% dari pihak yang bersangkutan”(Gemilang news :39, 2013, Pustaka Utama). Waaah. Banyak juga.
            Yang pertama, penampilan bisa menunjukkan karakter dari seseorang. Misalnya, kalau ada seseorang yang selalu berpakaian rapi, bisa ditebak bahwa ia memiliki karakter sebagai orang yang disiplin. Namun, jika ditemui seseorang berpakaian casual, apalagi acak-acakan, bisa dikatakan orang tersebut memiliki karakter yang malas dan  kurang disiplin.
            Lalu, bagaimana cara kita memilih mode penampilan yang baik? Apakah kita harus mengikuti trend zaman? Tentu tidak sobat. Misalnya, Anis dan Ratih membuat janji akan liburan bersama. Anis tahu bahwa Ratih memakai baju mode terbaru. Akhirnya, ia pun ikit-ikutan  memakai baju dengan mode baru yang sama dengan Ratih. Padahal, mode baju tersebut adalah adanya rumbai-rumbai pada bagian depannya. Anis bertubuh tinggi dan agak kurus sehingga ia pantas memakai baju tersebut. Hal ini berbeda dengan Ratih. Ia memiliki ukuran tubuh yang gemuk sehingga memakai baju tersebut membuatnya terlihat semakin gendut. Alangkah bijaknya jika kita tidak hanya mengikuti trend masa kini, melainkan turut menyesuaikan antara penampilan dengan kondisi fisik kita. Iya nggak?
            Contoh yang lain, Chicka adalah remaja yang memiliki warna kulit hitam manis. Ketika ia bepergian keluar rumah, baju warna gelap seperti hitam atau ungu adalah favoritnya. Tentu hal ini akan membuat dirinya yang hitam manis semakin terlihat semakin hitam. Selain itu, warna gelap tersebut membuatnya dirinya terlihat lebih tua dari usianya. Jika ia paham dengan kondisi fisiknya, baiklah jika ia memakai baju yang warnanya cerah. Seperti putih, kuning, hijau dan kawan-kawan. Jadi, para sobat, kita nggak boleh asal pilih, tapi juga harus mempertimbangkan dengan kondisi fisik kita. Setuju?
            Sobat, penampilan juga bisa menunjukkan suasana lingkungan lho. Misalnya, kalau kita pergi takziah, maka sebagian besar akan memakai baju warna hitam atau yang bernuansa gelap. Hal ini menunjukkan diri kita turut berduka cita atas meninggalnya seseorang. Namun, jika kita pergi ke suatu pesta dengan memakai baju warna cerah, hal ini menunjukkan bahwa kita turut berbahagia atas tercapainya hajat orang tersebut.
            Ini ada tambahan sedikit, bagi beberapa orang, penampilan bisa menunjukkan status dari profesinya. Misalnya, saat di rumah sakit, jika kita menemui orang yang memakai jas warna putih bisa disimpulkan bahwa pekerjaannya adalah dokter. Sementara itu, orang yang memakai pakaian putih bisa disimpulkan bahwa pekerjaannya adalah sebagai perawat. Terlihat jelas bukan, perbedaannya?
            Nah, kalau kalian sudah tahu dari pengaruh penampilan untuk diri kita, jangan sepelekan penampilan ya, Sobat!

Komentar