Kamu Itu Mampu



Hai para sobat. Gimana kabar kalian? Semoga baik-baik aja ya.
            Sobat, saat kita sedang berupaya mewujudkan sesuatu, seringkali pemikiran-pemikiran negatif muncul menghalangi usaha kita. Misalnya pemikiran ‘aku bisa nggak ya? Aku mampu nggak ya? Sepertinya hal itu tidak mudah dilakukan, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung, hal ini akan mengurangi keyakinan keberhasilan kita. Apabila niat kita terhadap suatu hal itu tidak kuat, maka akan goyah sehingga mundur dari usaha dan tujuan yang diinginkan tidak dapat dicapai, alyas mengalami kegagalan.
            Contohnya, seorang wanita ingin melamar pekerjaan menjadi anggota personalia di suatu tempat. Ketika berangkat dari rumah, ia sudah siap dengan membawa berkas persyaratan yang dibutuhkan. Ketika antri menunggu interview, ia melihat teman pesaingnya berpenampilan lebih menarik daripadanya. Postur tubuhnya lebih tinggi, lebih perfect, dan lebih percaya diri dibandingkan dirinya. Nyali wanita ini jadi menciut, pasalnya ia juga tahu bahwa seleksi masuk perusahaan tersebut tidaklah mudah, hanya orang dengan kemampuan super yang akan diterima sebagai karyawan.
            Satu persatu peserta masuk ruang interview bergantian. Setiap kali peserta lain keluar ruangan,
mereka memasang senyum di wajah dengan berbunga tanpa beban. Nampaklah mereka begitu percaya diri diterima sebagai karyawan. Hingga kini, giliran wanita tersebut untuk memasuki ruangan. Ia adalah peserta terakhir yang mengikuti interview. Para komisaris sudah siap menyerbunya dengan berbagai pertanyaan. Wanita yang semula percaya diri ini menjadi kisut mengetahui penjelasan apa saja yang diucapkan oleh dewan komisaris. Ia pun menjawab pertanyaan interview dengan pelan-pelan dan takut salah. Hanya ada tiga lowongan di perusahaan itu. Ketika ditanya perihal jabatan apa yang ia inginkan, wanita ini mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi anggota staff marketing di perusahaan tersebut. Ketika ia hendak keluar ruangan, salah seorang komisaris mengatakan “sayang sekali anda memilih menjadi anggota staff marketing, padahal perusahaan ini membutuhkan anggota personalia seperti anda”.
            Waduuuuh. . . . sayang banget sih nasib wanita itu. Kesempatan kerja sebagai anggota personalia jadi hilang deh, cuma gara-gara ia kurang percaya diri. Padahal, sebenarnya ia mampu buat jadi anggota personalia. Dia aja yang nggak sadar. Uniknya, kejadian seperti ini sering terjadi dalam kehidupan. Banyak diantara kita sebenarnya mampu melakukan sesuatu, namun dikarenakan pemikirannya yang salah kita jadi nggak mampu mewujudkan sesuatu tersebut.
            Kayak kisah elang yang satu ini. Diceritakan ada seekor burung elang yang hidup di sebuah gunung. Ia membangun sarangnya di atas dahan sebuah pohon, sarang ini berisi empat buah telurnya. Suatu ketika, terjadi hembusan angin yang cukup kuat menerpa pohon tersebut dan mengakibatkan guncangan kecil pada sarang elang. Hal ini mengakibatkan  jatuhnya salah satu telur burung elang dan menggelinding  ke lembah masuk ke kandang ayam. Telur tersebut akhirnya menetas dan keluarlah si elang kecil yang indah.
            Elang ini mulai belajar kehidupan menjadi ayam. Yang ia ketahui tentang dirinya bahwa ia adalah seekor ayam. Suatu hari, ia melihat sekelompok elang terbang tinggi di langit. Ia pun berharap suatu hari nanti bisa terbang tinggi seperti elang tersebut. Namun, ia segera tersadarkan oleh ucapan ayam yang lain “Kamu hanyalah seekor ayam, yang tidak mungkin bisa terbang seperti elang”. Sejak saat itu, si elang tadi menghentikan mimpinya untuk dapat terbang. Ia diselimuti keraguan dan kelemahan untuk dapat terbang. Sepanjang  hidupnya yang panjang ia jalani sebagai ayam.
            Wah wah wah. . . kasihan banget elang tadi. Inilah kaitannya dengan kita. Seringkali tidak menyadari bahwa sebenarnya kita mampu melakukan sesuatu. Jika kita meyakini pemikiran  negatif bahwa kita seekor ayam, maka kita akan menjadi ayam seperti yang dipikirkan. Apabila kita menjadi elang dan punya harapan untuk terbang tinggi di langit, maka ikutilah harapan itu dan jangan dengarkan ayam lain yang ingin melemahkan motivasi kita. Karena kita telah memiliki kemampuan, potensi, dan cara-cara untuk mewujudkan harapan tersebut. Ingat, kamu adalah elang, jadi terbanglah tinggi seperti elang. Kamu itu mampu berhasil, jadi bersikaplah seperti orang yang berhasil. Setuju??

Komentar