Kamulah Sumber Masalahnya



            Buat para sobat, kalian tahu nggak salah satu kebiasaan buruk sebagian besar orang Indonesia? Ayo coba tebak!!
            Ini nih salah satu kebiasaan buruk orang Indonesia, yaitu suka mencari kambing hitam dalam setiap masalah. Bahasa mudahnya sih, nggak mau ngaku bersalah, dan suka melempar kesalahan pada orang lain. Contoh sederhana, kamu sedang jalan-jalan di mall bersama teman-teman sambil membawa es krim. Sambil asyik ngobrol, kamu jalan kesana kemari melewati toko yang ada di mall. Tiba-tiba salah satu temanmu kepleset dan ambruk ke arahmu. Hal ini membuat es krim yang kamu pegang tumpah ke bajumu. Kamu pun marah pada temanmu karena akibat perbuatannya baju yang kamu pakai menjadi kotor.
            Tidak berhenti sampai disitu, temanmu menyalahkan petugas cleaning service karena tidak memberi rambu peringatan bahwa lantai masih basah. Kemudian petugas cleaning service menyalahkan kepala staff karena rambu peringatan itu memang tidak disediakan oleh bos nya. Sedangkan kepala staff menyalahkan pihak pengelola karena tidak menyediakan jam malam untuk mengepel lantai ketika sedang sepi pengunjung. Kemudian pihak pengelola mengatakan bahwa kebijakan yang dibuat memang seperti itu adanya. Apabila mengepel lantai dilakukan pada malam hari, tentu hal ini akan memakan jam kerja tersendiri. Sementara mall itu tutup pada jam sembilan malam. Mereka pun saling menyalahkan.
            Karena adanya kejadian ini, kerja kepala staff jadi terhambat, pihak pengelola
yang ada keperluan di luar harus membatalkan niatnya untuk mengurus masalah ini. Dan pastinya, kejadian ini menyita perhatian pengunjung lain sehingga memberi citra negatif pada mall tersebut. Jadi panjang kan urusannya, udah gitu pihak yang dirugikan juga banyak banget. Kasihan kan pihak pengelola yang waktunya jadi tersita. Padahal kalau diamati dengan benar, pihak yang bersalah dalam hal ini bukanlah teman yang kepleset, buka cleaning service, kepala staff ataupun pihak pengelola. Namun biang masalahnya adalah kamu sendiri yang jalan-jalan di mall sambil membawa es krim. Kenapa jalan-jalan sambil menikmati es krim, seharusnya kamu bisa duduk sebentar untuk  menghabiskan es krimmu. Kesalahan satu orang malah melibatkan banyak orang.
            Contoh yang lain, ada seorang suami yang menganggap bahwa istrinya mengalami gangguan pendengaran. Ia menemui dokter dan mengatakan bahwa istrinya tidak bisa mendengar panggilannya pada jarak satu meter. Dokter pun bingung memutuskan apakah istri tersebut mengalami gangguan pendengaran atau tidak. Hal ini karena sang suami tidak mengajak istrinya untuk menemui dokter secara langsung. Akhirnya, si dokter memberi saran sang suami agar memanggil istrinya pada jarak 10 meter. Apabila sang istri tidak menjawab, maka ia harus maju 1 meter lebih dekat untuk memanggil kembali istrinya. Begitu seterusnya hingga sang istri menjawab panggilan dari suami tersebut.
            Setiba di rumah, suami segera mempraktekkan apa yang disarankan dokter. Ia melihat istrinya sedang memasak di dapur. Pada jarak 10 meter, ia bertanya pada istrinya “beib, kamu masak apa hari ini?”, tidak  ada jawaban dari sang istri. Lalu ia maju lagi menjadi jarak 9 meter dari sang istri. Pertanyaan yang sama pun dikeluarkan “beib, kamu masak apa hari ini?”, istri tersebut tetap diam tanpa jawaban. Kemudian ia maju lagi dan lagi hingga pada jarak 1 meter dari istrinya. “beib, kamu masak apa hari ini?” ahh. . . ternyata istri tersebut masih tidak menjawab. Setelah itu sang suami mendekati sang istri dan bertanya di dekat telinganya “beib, kamu masak apa hari ini?”. Istri tersebut menjawab pertanyaan suaminya dengan nada jengkel. Untuk kesepuluh kalinya, aku katakan “ayam bakar ‼!”.
            Wkwkwkkwkwkwkwkwkwk. . . .
            Lucu banget sih sang suami tadi. Udah tahu dia sendiri yang pendengarannya bermasalah, malah nuduh istrinya. Lihat tuh, istrinya jadi marah. Akhirnya bertengkar kan. Waah. . nggak bener nih.
            Nah, buat sobat-sobatku yang baik hatinya, kalian jangan niru perbuatan suami yang disebutkan tadi ya. Kalau kalian punya masalah, ya udah anggap aja itu memang masalahmu, jangan lempar sana lempar sini, salahkan sana salahkan sini. Ingat, masalah itu muncul untuk diselesaikan, bukan untuk dilempar ke pihak lain. Kalau kasus kambing hitam terjadi,  akan semakin banyak pihak yang terkait, semakin besar pula masalah tersebut, dan pastinya semakin banyak kerugian yang ditimbulkan. Kasihan kan kalau orang lain ikut menanggung akibat perbuatan kita?
            Makanya, buang jauh-jauh ya kambing hitam yang ada. Walaupun masalah yang muncul akibat perbuatan orang lain, sebenarnya itu juga kesalahan kita sendiri yang kurang hati-hati. Jadi, jangan suka salahin orang lain, okey? (eits, hati-hati pula kalau jalan di mall, jangan sampai kepleset ya. . .) =D

Komentar