Positive Thinking



Lama tak bersua, apa kabar sobat?
Ketemu lagi nih bareng aku yang cerewet tapi menghibur. (he he PD amat sih)
Sobat, kali ini aku mau berbagi pengetahuan  tentang pentingnya berpikir positif dalam setiap hal. Nah, biar waktunya efektif dan kalian nggak perlu baca tulisanku yang panjang kali lebar, jadi langsung ke topik bahasannya aja ya.
            Ada pepatah bijak yang mengatakan “di sebuah taman bunga yang indah. Jika kamu melihat taman bunga melalui balik jendela yang buram, maka semua yang ada di taman itu akan nampak buram bagimu. Namun, jika kamu melihat taman itu melalui balik jendela yang bersih & terang, maka kamu akan dapat melihat keindahan taman bunga itu dengan jelas”
            Bagus ya pepatahnya. Nah, sekarang aku mau jelasin maksud dari pepatah tadi. Yang dimaksud taman bunga tidak lain adalah keadaan luar di sekitar kita. Entah itu, orang lain, tempat tinggal, maupun status yang kita sandang. Sedangkan kata jendela mewakili makna
cara kita memandang keadaan luar tersebut. Secara tidak langsung, cara kita memandang sesuatu akan turut mempengaruhi apakah hal tersebut dapat dikatakan baik atau buruk.
            Sebagai ilustrasi, misalnya kita diberi sakit cacar ketika satu minggu menjelang ulangan semester. Tentu hal ini dianggap hal buruk bagi mayoritas orang. Dengan hadirnya penyakit tersebut, kita tidak bisa pergi ke sekolah untuk belajar, tugas yang seharusnya dikumpulkan belum selesai karena badan kita masih panas. Ketinggalan banyak pelajaran, belum lagi kalau ada ulangan harian. Sementara itu, satu minggu berikutnya apabila sudah sembuh maka ia harus mangikuti ulangan semester. Tentu saja hal ini membuatnya kalang kabut mengejar ketinggalan pelajaran. Buruk kan nasibnya?
            Kalau sobat menganggap sakit cacar seminggu sebelum ulangan semester adalah hal buruk. Pendapat itu benar. Karena fakta menunjukkan banyak kerugian yang kita alami. Namun, barangkali ada diantara sobat yang menganggap sakit cacar sebelum ulangan semester adalah hal yang baik, maka pendapat itu juga benar. Sebab, ada juga keuntungan yang sebenarnya bermanfaat dari sakit ini. Kok bisa? Apabila kita sakit dan tidak bisa pergi ke sekolah, sudah pasti kita akan beristirahat di rumah atau rumah sakit. Hal ini membuat tubuh kita yang selama in bekerja mampu berelaksasi dan istirahat dengan cukup. Selain itu, ketika sakit maka orangtua akan memberikan perhatiannya yang lebih pada kita. Otomatis hal ini bisa menambah kedekatan antara orangtua dengan anak. Tak hanya orangtua, kawan-kawan pun kadang menjenguk untuk mengetahui perkembangan kondisi kita, sehingga hal ini mampu meningkatkan solidaritas dan silaturahmi. Dan yang terakhir, saat sedang sakit kita tidak perlu berjumpa dengan guru killer di sekolah. =D
            Terlihat kan apa sisi baik dan buruk dari sakit tersebut? Kalau kita teliti dengan akut, setiap sesuatu memiliki sisi baik dan sisi buruk. Apa yang membuat kita mengatakan hal tersebut sebagai hal baik atau hal buruk adalah tergantung dari cara kita memandangnya. Jika kita memandang dari sisi yang baik, maka hal itu akan terlihat baik oleh kita. Namun, jika sejak awal kita sudah memandangnya sebgai hal buruk, maka hal itu akan terlihat buruk sebagaimana pandangan yang kita gunakan tadi. Oleh karena itu, biasakan kita memandang segala sesuatu sebagai hal baik agar apa yang di sekitar kita menjadi baik. Mau kan? =D

Komentar