Hai para sobat,
gimana kabar kalian?
Semoga sehat selalu ya.. Kali ini
aku mau berbagi pengetahuan yang mudah-mudahan bermanfaat buat kalian. Temanya
yaitu ‘sindiran adalah dorongan’. Sebelum membahas yang lebih dalam, aku mau
jelasin sedikit mengapa ide artikel ini bisa muncul.
Sobat, kalian pernah nggak punya
harapan yang menurut orang lain harapan itu nggak mungkin terwujud? Misalnya,punya cita-cita kulyah di PTN terbaik di Indonesia sedangkan nilai kalian di
kelas pas-pasan. Pasti sebagian besar teman kalian mengatakan ‘nggak mungkin’. Mungkin ada juga
diantara mereka yang menyarankan untuk mengubah keinginan tersebut. Kata-kata
‘syarat masuk PTN tersebut sangat banyak, soal tesnya sangat sulit, peminatnya
juga banyak, sedangkan alumni sekolah kita yang diterima di PTN tersebut
sedikit, kak Bunga yang pintar saja tidak diterima disana, apalagi kamu yang
nilainya pas-pasan?’
Ketika kalian mendengar kalimat
tersebut, mungkin kalian bisa terlihat tegar di depan teman kalian. Namun pada
saatnya yang tiba, kalian pasti mengingat kalimat itu dan berpikir ulang
‘apakah
aku bisa diterima di PTN itu, padahal kak Bunga yang lebih pintar daripada aku tidak diterima. Apa lebih baik aku mendaftar ke PTN yang lain saja?’ Hayyyooo. . . Siapa yang pernah punya pikiran seperti itu? Buat sobat yang punya keinginan dan tidak didukung oleh teman-temannya, kalian jangan mundur gitu aja, asalkan mau berusaha, kalian bisa kok mewujudkan impian itu. Baca dulu deh cerita ini.
aku bisa diterima di PTN itu, padahal kak Bunga yang lebih pintar daripada aku tidak diterima. Apa lebih baik aku mendaftar ke PTN yang lain saja?’ Hayyyooo. . . Siapa yang pernah punya pikiran seperti itu? Buat sobat yang punya keinginan dan tidak didukung oleh teman-temannya, kalian jangan mundur gitu aja, asalkan mau berusaha, kalian bisa kok mewujudkan impian itu. Baca dulu deh cerita ini.
Di sebuah hutan, pada siang hari ada
empat katak yang terperosok kedalam lubang ular. Mereka semua berusaha melompat
agar bisa keluar dari lubang tersebut sebelum si ular datang dan menjadikan
keempat katak sebagai santapannya. Pada saat itu, lewatlah sekelompok bebek di
samping lubang ular tersebut. Mereka memperhatikan keempat katak yang terus
melompat ke atas hingga kelelahan. Ketiga katak yang lain telah berhenti
melompat dan pasrah pada nasibnya. Hanya ada satu katak yang terus melompat
berusaha keluar dari lubang tersebut.
Sekelompok bebek yang di luar lubang
merasa kasihan melihat katak
yang terus melompat itu. Mereka mengatakan agar katak tersebut berhenti
melompat, karena dianggapnya usaha itu sia-sia, sebab sang katak tidak akan
mampu keluar dari lubang ular yang dalam tersebut. Ketiga katak yang lain juga
mengatakan hal yang sama. Mereka tahu bahwa katak tersebut lebih lemah karena
memiliki kekurangan dibandingkan katak yang lain. Ketiganya menyuruh sahabatnya
itu untuk berhenti melompat dan menyimpan energinya. Bagi mereka mustahil katak
ini bisa keluar dari lubang ular. Namun tetap saja katak yang mulai lemah itu
terus melompat. Hingga akhirnya, sang katak yang gigih ini berhasil keluar dari
lubang.
Sontak hal ini membuat sekelompok
bebek yang di samping lubang menjadi kaget. “Bagaimana bisa kau keluar dari
lubang ini? Sedangkan tubuhmu lebih lemah dan memiliki kekurangan daripada
kami?” tanya katak yang masih berada di dalam lubang.
Rupanya, katak tadi memang memiliki
tubuh lebih lemah daripada teman-temannya. Ia juga memiliki kekurangan di
bagian pendengarannya. Ia tidak bisa mendengar perkataan teman-temannya dengan
jelas, justru menganggap perintah temannya untuk berhenti adalah support
baginya agar terus melompat. Itulah sebabnya ia terus melompat hingga berhasil
keluar dari lubang tersebut.
Waaah. . . Hebat ya katak yang lemah
tadi. Ia terus berusaha walaupun teman-temannya menyuruh untuk berhenti. Sikap
pantang menyerah inilah yang seharusnya kita tiru. Jadi sobat, kalau kita punya
keinginan dan teman-teman mengatakan tidak, kalian jangan terpengaruh pada
omongan mereka. Kalau kalian menyerah
hanya gara-gara perkataan mereka, itu tandanya kalian sudah kalah sebelum
berperang. Anggap saja sindiran dan ejekan itu adalah dorongan agar kalian
lebih semangat dalam menggapai keinginan. Tetap percaya diri bahwa apa yang
kamu inginkan bisa diwujudkan, dan tunjukkan pada mereka kalau kalian bisa
melakukan apa yang menurutnya tidak bisa dilakukan.
Ternyata, cerita
katak bisa dijadikan pelajaran ya.. =D

Komentar
Posting Komentar