Senin, 28 Januari 2019
Aku bergegas mandi pagi dan bersiap-siap pergi ke kampus. Pukul 06.15, aku turun dari mess setelah berpamitan pada kedua teman roomate. Aku menuju parkiran motor dan kudapatkan motor Pak Rafa terparkir rapi dengan kondisi basah terkena embun. Kukeluarkan motor Pak Rafa dari deretan parkir yang berjejeran. Kubersihkan motornya dari basah embun pagi dan debu yang melekat pada bagian-bagian mesinnya. Ya, walaupun aku bukan pemiliknya, namun aku juga ikut memakainya sehingga masalah kebersihan motor aku anggap sebagai keharusan yang harus dilakukan.
Tepat saat aku selesai membersihkan motor, kudengar suara air hujan turun dari langit berbenturan dengan atap parkiran yang terbuat dari esbes. Shitt,,,, batinku.. Mengapa gerimis turun disaat aku akan berangkat ke kampus. Terpikir olehku andai aku berangkat dari tadi aku tidak akan kehujanan di pagi hari seperti ini. Tapi sudahlah, aku berpositif thinking bahwa memang situasi yang aku hadapi.
Kusapa bapak Andre yang baru saja datang ke mess putri dan membawa cireng dagangannya. Sungguh luar biasa perjuangan bapak ini dalam mencari rizki. Beliau sering datang ke mess putri sambil membawa cireng, donat, resoles ataupun kacang ijo untuk dijajakan. Terkadang, bapak ini juga menjual buah naga sesuai dengan pesanan teman-teman mess.Terpikir olehku, mengapa aku bisa kalah semangat dari bapak ini. Padahal aku kulyah di Universitas Pertahanan dengan beasiswa penuh dan mendapat fasilitas lengkap. Mess putri lengkap dengan perabotannya, makan di kampus 3x sehari, serta uang saku yang selalu kudapatkan setiap bulannya.
Hujan pagi ini tidak hanya membasahi tanah sentul, namun turut membasahi hati dan menyegarkan kembali pikiranku. Bagaimanapun juga aku harus bersemangat. Aku tidak banyak berpikir lagi. Aku segera berangkat ke kampus UNHAN yang berjarak 1,2 km dari mess. Kuterabas hujan pagi itu dengan mengendarai motor dan helm merah Pak Rafa. Setiba di kampus, aku bergegas ke kelas meletakkan helm dan mengambil almamater serta buku catatan milik Pak Rafa. Tak lupa kuambil juga almamaterku dan sekotak susu di lokerku.
Aku turun dari kelas dan menuju dinning hall untuk makan pagi. Kulihat Pak Rafa sudah tiba di dinning hall dan sedang makan bersama mentor Ryo dan Mentor Yuo. Kuhampiri meja Pak Rafa dan kusapa beliau. Kemudian aku menyerahkan buku catatan dan almamaternya sesuai pesanannya. Tak lupa kuserahkan pula kunci motor dan STNK milik Pak Rafa. Aku mengucapkan terimakasih banyak atas kepercayaannya padaku untuk menjaga motornya. Setelah itu aku mengambil nasi dan sarapan bersama sambil menikmati suara hujan di pagi yang indah ini.

Komentar
Posting Komentar