Mahasiswa Universitas Pertahanan Turut Serta dalam Seminar IENACO 2019 di Surakarta

Rabu, 27 Maret 2019


    Perwakilan mahasiswa Universitas Pertahanan mengikuti Seminar Industrial Engineering National Conference (IENACO) 2019 dengan tema Industri Kreatif Berbasis Budaya Di Era Industri 4.0 yang diselenggarakan di Hotel Harris & Conventions Solo. Dalam seminar tersebut diundang  Bapak Fadjar Hutomo, S.T., M.M.T. selaku Deputi Akses Pemodalan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Bapak Munajat Tri Nugroho, Ph.D. selaku Ketua Pusat Studi Logistik dan Optimisasi Industri (PUSLOGIN) untuk menjadi pembicara utama pada seminar.
         Seminar Industrial Engineering National Conference (IENACO) merupakan salah satu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tahun ini, seminar IENACO telah dilaksanakan sebanyak 7 kali dan diikuti oleh 62 naskah yang diap dipaparkan. Dalam seminar tersebut, Chadziqatun Najilatil Mazda selaku Mahasiswa Program Studi Industri Pertahanan turut serta sebagai peserta sekaligus pemakalah dengan judul naskah Pengendalian Kualitas Industri Kreatif Budaya Di Era Industri 4.0 Sebagai Pendukung Ekonomi Pertahanan Negara.
       Menurut United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), ekonomi kreatif adalah konsep ekonomi yang berkembang berdasarkan pada aset kreatif yang berpotensi menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Menurut Departemen Perdagangan Republik Indonesia, kelompok industri kreatif di Indonesia meliputi periklanan, arsitektur, pasar seni atau barang antic, kerajinan, desain, fashion, video film dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan computer dan piranti lunak, televise dan radio, riset dan pengembangan. Memasuki era industri 4.0, ekonomi kreatif diharuskan memiliki kemampuan dalam aspek pemodalan dan ide-ide atau gagasan. Adanya pemodalan dapat menunjang sarana prasarana yang dibutuhkan yang mengarah pada pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Adanya sarana dan prasarana yang memadai dapat membantu menunjang perkembangan ide-ide kreatif dan inovatif. 

       Stabilitas ekonomi pertahanan negara saat ini mengalami permasalahan berupa ketidaksesuaian pertumbuhan eonomi nasional dengan target yang diharapkan. Selain itu, indonesia juga mengalami degradasi nilai-nilai budaya bangsa sebagai identitas nasional akibat arus globalisasi. Salah satu cara mengatasi kedua  permasalahan tersebut adalah melalui bidang Industri Kreatif berbasis budaya. Industri kreatif berperan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, sedangkan basis budaya merupakan upaya aktif dalam meningkatkan kembali nilai-nilai budaya bangsa sebagai identitas nasional yang meluntur. Permasalahan tersebut semakin kompleks dengan keharusan perusahaan menghasilkan produk yang berkualitas di era industri 4.0. Melalui penelitian ini, dilakukan kajian terkait pengendalian kualitas industri kreatif berbasis budaya di CV Kayu Manis pada era industri 4.0. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan metode pengendalian kualitas yang tepat pada era industri 4.0. Metode penelitian yaitu dengan menganalisis terlebih dahulu data kecacatan produk menggunakan diagram p-chart, pareto chart dan fishbone diagram. Setelah diketahui penyebab kecacatan produk, pada pembahasan diuraikan rekomendasi untuk meminimalisir kecacatan produk dengan menggunakan teknologi smart factory sebagai bagian dari Industri 4.0. Upaya mengurangi kecacatan produk menggunakan smart factory tersebut merupakan bagian dari pengendalian kualitas di era Industri 4.0 yang berdampak pada peningkatan penjualan sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berdampak pada penguatan ekonomi pertahanan negara.
      Didapatkan kesimpulan, Salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan menghadapi tantangan degradasi nilai-nilai budaya bangsa sebagai identitas dan jati diri bangsa adalah melalui pemberdayaan industri kreatif berbasis budaya. Pada studi kasus yang dilakukan di CV Kayu Manis, terdapat permasalahan ditemukannya kecacatan pada produk CA 478 Senandung yang disebabkan oleh faktor manusia, mesin, metode dan material. Pada era industri 4.0, pengendalian kualitas dapat diintegrasikan dengan teknologi smart factory. Melalui implikasi teknologi tersebut, pengendalian kualitas pada Industri kreatif berbasis budaya ini lebih cepat dan akurat sehingga penjualan produk meningkat dan diharapkan mampu menumbuhkan kembali nilai-nilai budaya bangsa sebagai identitas bangsa serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berdampak pada penguatan ekonomi pertahanan negara.

Komentar