Mengulas Rantai Pasok Industri Pertahanan Melalui Forum Group Discussion (FGD)


    Program studi Industri Pertahanan, Fakultas Teknologi Pertahanan, Universitas Pertahanan Indonesia menggelar Forum Group Discussion (FGD) pada Kamis, 4 April 2019 di Ruang Rapat Auditorium Universitas Pertahanan Indonesia. Kegiatan Forum Group Discussion tersebut menghadirkan Bapak Basuki Nurrohman, S.T., M.A. selaku Chief Operating Offices (COO) PT FUCHS Indonesia sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Bapak Kolonel Laut (E) Dr. I Nengah Putra A, S.T., M.Si (Han). Kegiatan FGD diselenggarakan dengan “Topik Inovasi Rantai Pasok Industri Pertahanan dalam Era Industri 4.0” serta menambahkan Bapak Dr. Timbul Siahaan, MM dan Bapak Dr. Jupriyanto, S.T., M.T. sebagai Penanggap paparan.
      Pada saat ini pertumbuhan ekonomi nasional mengalami penurunan yang ditandai dengan menurunnya neraca perdagangan ekspor jika dibandingkan dengan impor. Memasuki era industri 4.0 tersebut, sektor perindustrian memiliki tantangan pada situasi dan kondisi yang serba dinamis. Perlu ditekankan bahwasanya tidak ada sesuatu yang konsisten kecuali perubahan itu sendiri. Sebuah inovasi mutlak diperlukan sebagai based operating internal dalam memberikan value added pada proses. Mewujudkan proses industri yang ideal diharuskan memiliki cost leadership dengan biaya yang rendah, product or service differentiation, quality assurance yang tinggi serta membutuhkan investment dan operating strategy yang tepat. 
      Mahasiswa Universitas Pertahanan sebagai akademisi dapat berkontribusi melalui penelitian Tesis  guna merumuskan kebijakan strategi menghadapi persaingan product di era industri 4.0. Sebagai modal utama,  diperlukan kemampuan membaca data yang tepat termasuk membaca data keinginan konsumen. Sehingga mampu memetakan keinginan konsumen dan merumuskan inovasi manajemen rantai pasok logistik.  Pada taraf produksi, efisiensi menjadi tolak ukur keberhasilan. Penggunaan cost, process, time, material diharuskan sudah sesuai dan tepat guna sehingga tidak menimbulkan pemborosan.
         Perkembangan revolusi industri 4.0  membawa tantangan pada arus internet of think (IoT) dan internet of people (IoP) yang jika tidak diimbangi dengan kemampuan bisa mengakibatkan hilangnya pekerjaan karena tenaga manusia sudah tergantikan dengan sistem yang terintegrasi dan terotomatisasi. Untuk itu, diperlukan kemampuan dalam bidang marketing sebagai solusi yang ditawarkan. Melalui bidang market ini, pengguna dapat mendaya saingkan product yang dimilikinya melalui penjualan digital marketing sehingga strategi persaingan yang terjadi tidak hanya pada aspek produksi, melainkan juga pada aspek pemasaran. Kekuatan pada aspek digital marketing adalah data yang diperoleh disimpan pada sistem controller sehingga tidak akan hilang. 
       Tantangan selanjutnya yaitu adanya ketidak serasian antara spesifikasi product manufacturing yang dilakukan dengan kebutuhan yang diinginkan konsumen. oleh karena itu, diperlukan analyst dan strategy yang tepat oleh para praktisi dan akademisi.

Komentar