Catatan Focuss Group Discussion Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik




     Program Studi Ketahanan Energi Fakultas Manajemen Pertahanan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Nasional Mendukung Energi Hijau dan Kemandirian Energi” Kamis, 16 Mei 2019 di Ruang Rapat Lt. 1 Gd. Auditorium Universitas Pertahanan Kawasan IPSC, Sentul, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen dan Pejabat Universitas Pertahanan Laksda TNI Sulistiyanto, S.E., M.M., M.Sc., P.S.C.; Brigjen TNI Dr. Jonni Mahroza S.IP., M.Sc.; Kolonel Laut (S) Dr. M. Ikhwan Syahtaria, S.T., M.M.; Kolonel Laut (KH) Dr. Ir. Yanif Dwi Kuntjoro, M.Si.; dan Dr. Ir. Imam Supriyadi, M.M.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) menghadirkan Narasumber Bapak Dr. Mohammad Mustafa Sarinanto selaku kepala B2TKF BPPT, Ir. Bambang Tri Sasongko, M. Sc selaku Direktur Teknik PT MAB dan Bapak Harun Sjech, S.T., MBA selaku CEO PT GESITS yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Bapak Abdullah. Berjalannya penyampaian materi dimoderatori oleh Bapak Dr. Ir. Imam Supriyadi, M. M. Selaku Dosen Ketahanan Energi dan diikuti oleh mahasiswa prodi Ketahanan Energi Fakultas Manajemen pertahanan Cohort 7, serta perwakilan mahasiswa Prodi Ekonomi Pertahanan, Industri Pertahanan dan Teknologi Daya Gerak. Kegiatan ini dimulai pukul 08.15 dengan sambutan Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Bapak Laksda TNI Sulistiyanto Sekaligus membuka kegiatan Focuss Group Discussion. 

Sektor transportasi terus mengalami perkembangan dan peningkatan pada jenis kendaraan berbahan bakar migas (mobile gasoline). Jika mengacu pada data Badan Pusat Statistik tahun 2010, jumlah mobil 8.891.040 unit dan meningkat menjadi 15.493.068 unit pada tahun 2017. Angka ini menyebabkan krisis energi fosil yang menjadi bahan bakar sebagian besar kendaraan bermotor di Indonesia. Sementara itu,  cadangan minyak bumi diperkirakan akan habis dalam kurung waktu 11 tahun apabila tidak ditemukan cadangan minyak baru. 
Kendaraan bermotor listrik (Electric Vehicle) menjadi alternatif jalan keluar terhadap ketergantungan konsumerisme BBM. Keuntungan penggunaan kendaraan bermotor listrik adalah bahwa listrik dapat dibangkitkan dari energi terbarukan yang menjadi prioritas dalam pembangunan negara kedepannya dalam memenuhi target elektrivikasi 35.000 MW dengan mengacu pada Baruan Energi Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN) yang diatur pada Perpres No. 22/ 2017. 
 Diantara keputusan Rapat Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Nasional pada 29 November 2018 di gedung DPR RI, antara lain "Seluruh pemangku kepentingan; DPR RI, Pemerintah, BUMN, Universitas, Lembaga Penelitian, dan pelaku industri harus mendukung program kendaraan bermotor listrik, Perpres yang akan diterbitkan oleh  mengutamakan kepentingan nasional, Indonesia harus menjadi leader dalam program kendaraan bermotor listrik nasional, Skema insentif fiskal dan non fiskal yang menyeluruh dan memprioritaskan tidak hanya lokasi produksi tetapi juga TKDN yang terkandung di dalamnya komponen riset dan pengembangan dalam negeri, Kementrian dan BUMN harus menjadi pionir sebagai konsumen kendaraan bermotor listrik, hal ini akan didukung oleh APBN/ APBD, Sinergi lembaga Pendidikan dan Pelaku Industri, baik BUMN maupun swasta, agar prototype yang telah ada dapat dikembangkan dalam skala industri, serta mendorong pengembangan inovasi melalui riset-riset yang dilakukan.  
Bapak Abdullah selaku Sales Distributor PT GESITS menyampaikan bahwa perkembangan motor listrik mengalami kenaikan dari masa ke masa. Pada saat ini, di China jumlah kenaikan peminat motor listrik meningkat mejadi 1,7 juta. Pada aspek battery untuk motor dan mobil listrik, ukuran dan spesifikasi battery disesuaikan dengan house power dan dan spesifikasi kendaraan yang digunakan. Harapannya, kendaraan berenergi listrik ini tidak hanya menjadi produk otomotif nasional namun menjadi produk merk nasional. Dalam arti bukan hanya menjadi produk dalam negeri, namun juga memiliki hak paten dalam negeri. PT GESITS lebih mengutamakan supplier lokal daripada supplier impor.
Melihat potensi dan perkembangan motor listrik di Indonesia, maka dalam hal ini diperlukan peran pemerintah dalam mendukung perkembangan dan tercapainya pemunuhan kendaraan berenergi listrik seperti motor listrik, mobil listrik dan bus listrik. Misalnya upaya dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dengan mengeluarkan kebijakan konsep mobil listrik untuk kendaraan angkutan kota (Angkot). Yang mana kebijakan ini lebih dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan yang ada di kota Bogor, serta berperan dalam peningkatan perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah. Hal ini juga dapat semakin cepat terwujud apabila dilaksanakan oleh pihak-pihak lain yang saling terhubung, misalnya para mitra dan driver Ojek Online. Dengan demikian, maka tingkat penjualan motor bensin akan menurun sedangkan penjualan motor listrik akan meningkat.

Komentar