Selasa, 30 April 2019
Mahasiswa Universitas Pertahanan melakukan
kunjungan ke PT Dirgantara Indonesia, Bandung. Kunjungan tersebut dilakukan
oleh mahasiwa program studi Industri Pertahanan dan Teknologi Daya Gerak dengan
didampingi oleh Baak Kolonel Sus Drs. Khaerudin, MM selaku Sesprodi Industri
Pertahanan, Kolonel Dr. Sovian Aritonang, S.Si., M.Si selaku Sesprodi Teknologi
Daya Gerak, dan Bapak Romie Oktovianus Bura, BEng (Hons)., MRAeS., Ph.D selaku
Dekan Fakultas Teknologi Pertahanan.
PT Dirgantara Indonesia atau PT DI merupakan salah satu perusahaan Industri Pertahanan jenis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang produksi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dan produk komersial. PT Dirgantara Indonesia hingga saat ini terus memproduksi berbagai jenis pesawat terbang baik untuk pesawat tempur maupun pesawat sipil.
PT Dirgantara Indonesia atau PT DI merupakan salah satu perusahaan Industri Pertahanan jenis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang produksi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dan produk komersial. PT Dirgantara Indonesia hingga saat ini terus memproduksi berbagai jenis pesawat terbang baik untuk pesawat tempur maupun pesawat sipil.
Kedatangan rombongan Universitas
Pertahanan di PT Dirgantara Indonesia disambut oleh Kepala Divisi Pengembangan
Design Center Indonesia (DCI) Program KF-X/IF-X
di ruang pertemuan lantai 2 pada pukul 10.00 WIB. Program KFX/IX
diketuai oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan yang bagian operasionalnya
dibawahi oleh Manajer Program KF-X/IF-X, Serta dibawahnya terdapat Program
Manajement Office (PMO), Desain Centre Indonesia (DCI), XOA, Technology
Readiness, EWP dan ACM.
Melalui kunjungan ini
dimaksudkan untuk mengetahui kesiapan-kesiapan PT Dirgantara Indonesia serta permasalahan dan tantangan yang dihadapinya berkaitan dengan program pembuatan pesawat tempur KF/IFX melalui kerjasama Indnonesia dengan Korea Selatan. Dalam kunjungan tersebut berlangsung beberapa aktivitas seperti pemaparan mengenai seluk beluk perusahaan dan produk oleh ahli design pesawat tempur KFX/ IFX PT Dirgantara Indonesia (Persero) Bandung, sesi tanya jawab dengan mahasiswa Universitas Pertahanan, serta peninjauan lokasi secara langsung di Ruang utama DCI-4 PT Dirgantara Indonesia (Persero) Bandung, divisi perencanaan dan design PT Dirgantara Indonesia (Persero) Bandung, ruang laboratorium pengoperasian uji coba Thunnel Water bagi pesawat tempur KFX / IFX, divisi pembuatan assembling rangkaian pesawat terbang, divisi assembling pembuatan rangkaian dan elektrik fusi pesawat terbang, divisi uji test (delivery order), hanggar pesawat terbang dengan rotary wing, hanggar pesawat terbang dengan static wing pesawat N-219 (Full assembling line N-219), hanggar komposit program pesawat tempur KFX / IFX, hanggar integrasi, serta laboratorium structural test aerodynamic.
Proses pembuatan pesawat terbang dimulai dengan tahap desain. Adapun alur proses produksi dimulai dengan supply bahan baku seluruh komponen pesawat terbang dari impor. Bahan-bahan tersebut kemudian melalui proses machining, heat treatment serta dimasukkan proses surface treatment yang merupakan proses semi finished goods. Pada technology & development, yaitu melakukan engineering design, IT system dan weapon system, PT DI menggunakan desain alteration aircraft service, desain customization untuk aircraft integration serta torpedo SUT dan roket 2,75" FFAR.

Komentar
Posting Komentar