Tari Kesatria dari Penjuru Negeri dibawakan oleh 12 Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertahanan mengawali kegiatan Seminar Hasil Kuliah Kerja Dalam Negeri pada hari Senin, 29 April 2019 di gedung Auditorium Lt. 2 Universitas Pertahanan, Kawasan IPSC Sentul, Bogor, Jawa Barat. Tari tersebut dibawakan oleh 3 penari mahasiswa dan 9 penari mahasiswi merupakan tari kreasi penyambutan dari Kalimantan Barat.
Seminar Hasil Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Teknologi Pertahanan dilaksanakan dengan tema "Pemberdayaan Teknologi Pertahanan sebagai Penangkal Ancaman guna Mendukung Pertahanan Negara di Pontianak, Kalimantan Barat". Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan atas nama Rektor Universitas Pertahanan Bapak Letnan Jenderal TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP., M.AP., yang diwakili
oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertahanan Romie Oktovianus Bura, B.Eng
(Hons)., MRAeS, Ph.D sekaligus membuka acara seminar.
Pemaparan seminar hasil KKDN pertama disampaikan oleh Dorothea Stallhani Jasi mahasiswi Program Studi Industri Pertahanan dengan judul "Integrasi Kebijakan Pemerintah Kalimantan Barat dengan Program Pengembangan Industri Pertahanan". Melalui paparan tersebut disampaikan bahwa pemerintah Kalimantah Barat perlu mensinergikan kebijakan dengan menggandeng industri kelapa sawit dan disesuaikan dengan kebutuhan TNI sebagai user dalam mendukung program pengembangan Industri Pertahanan.
Pemaparan seminar hasil KKDN kedua disampaikan oleh Mayor Lek Ferri Donniward Batubara mahasiswa Program Studi Teknologi Penginderaan dengan judul "Konsep Pemanfaatan Pesawat Terbang Tanpa Awak Skadron 51 Lanud Supadio dalam Mendukung Interoperabilitas Operasi Gabungan Tri Matra TNI di Wilayah Kalimantan Barat". Melalui penelitiannya tersebut dikembangkan teknologi pemrograman dalam mendukung terwujudnya Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) guna mendukung sistem pertahanan negara di wilayah Kalimantan Barat.
Pemaparan seminar hasil KKDN ketiga disampaikan oleh Kapten Cpl Tri Sutrisno Mahasiswa Program Studi Teknologi Persenjataan dengan judul "Konsep Interoperabilitas
Strategi Pergelaran Sistem Persenjataan Starstreak Yonarhanud sebagai Antisipasi Ancaman Konflik Laut Cina Selatan di Kalimantan Barat". Penelitian tersebut difokuskan terhadap ancaman konflik Laut Cina Selatan sebagai konsekuensi dari lingkungan strategis provinsi Kalimantan Barat melalui pengembangan sistem persenjataan Starstreak Yonarhanud.
Pemaparan seminar hasil KKDN keempat disampaikan oleh Muhamad Irfan Mahasiswa Prodi Teknologi Daya Gerak dengan judul "Strategi Interoperabilitas MRO Alpalhankam melalui Pemberdayaan Industri di Kalimantan Barat". Melalui paparannya disampaikan tentang pentingnya MRO serta strategi operasionalnya terhadap Alpalhankam guna mendukung terlaksananya pertahanan negara di wilayah Kalimantan Barat.
Pemaparan keempat mahasiswa sukses tersampaikan dengan dimoderatori oleh Bapak Kolonel Laut (E) Dr. I Nengah Putra, A. S.T., M.Si (Han) selaku Dosen Fakultas Teknologi Pertahanan. Pemapar kemudian mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., Ketua
LP2KM Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Eddy Suratman, S.E., M.A.,
Asintel Danlantamal XII Pontianak Kolonel Laut (T) Erwin.A. Hendrico
Ticoalu, S.E., dan Dosen Fakultas Teknologi Pertahanan Dr. Timbul
Siahaan, M.M.
Sebagaimana amanat Rektor disampaikan, "Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang dikenal dengan “Seribu Sungai” Sebagai wilayah terluas keempat di Republik Indonesia, dan berbatasan dengan malaysia memiliki implikasi menghadapi tantangan-tantangan dari dinamika lingkungan strategis baik terkait politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan, selain itu hal ini tentunya menyimpan potensi kerawanan terkait pelanggaran wilayah kedaulatan baik dari aspek wilayah darat, laut dan udara. Melalui kegiatan Seminar ini diharapkan akan menghasilkan ide dan pemikiran-pemikiran yang konstruktif terutama dalam mewujudkan terbangunnya sistem pertahanan negara berbasis teknologi pertahanan yang aplikatif dan efektif terutama pada daerah-daerah di NKRI dengan karakteristik sebagaimana provinsi Kalimantan Barat. Di akhir kegiatan seminar, diumumkan Mahasiswa Muhamad Irfan sebagai Pemapar terbaik serta pemberian cinderamata, plakat dan sertivikat kepada para penanggap serta sesi foto bersama.
Sebagaimana amanat Rektor disampaikan, "Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang dikenal dengan “Seribu Sungai” Sebagai wilayah terluas keempat di Republik Indonesia, dan berbatasan dengan malaysia memiliki implikasi menghadapi tantangan-tantangan dari dinamika lingkungan strategis baik terkait politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan, selain itu hal ini tentunya menyimpan potensi kerawanan terkait pelanggaran wilayah kedaulatan baik dari aspek wilayah darat, laut dan udara. Melalui kegiatan Seminar ini diharapkan akan menghasilkan ide dan pemikiran-pemikiran yang konstruktif terutama dalam mewujudkan terbangunnya sistem pertahanan negara berbasis teknologi pertahanan yang aplikatif dan efektif terutama pada daerah-daerah di NKRI dengan karakteristik sebagaimana provinsi Kalimantan Barat. Di akhir kegiatan seminar, diumumkan Mahasiswa Muhamad Irfan sebagai Pemapar terbaik serta pemberian cinderamata, plakat dan sertivikat kepada para penanggap serta sesi foto bersama.


Komentar
Posting Komentar